Program Desa Bebas Api Dari APRIL Indonesia Mampu Menekan Kebak

  • click to rate

    Kebakaran liar merupakan suatu bencana yang diakibatkan bisa dari alam dan juga bisa sengaja dibuat oleh manusia. Kebakaran yang terjadi bisa dari kebakaran suatu tempat, misal yang sering terjadi sejak beberapa tahun yang lalu adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan merupakan suatu peristiwa yang memiliki dampak negatif dan sangat merugikan pada ekonomi, sosial, dan kesehatan yang sangat signifikan adalah gangguan kesehatan untuk masyarakat, transportasi yang tidak berjalan lancar, hingga punahnya beberapa flora dan fauna yang tinggal disana. Jika dinominalkan, kerugiannya bisa mencapai 20 triliun per tahunnya. Selain itu juga, kebakaran hutan tersebut dapat merugikan banyak pihak.

    Tak terkecuali untuk Grup APRIL. Grup APRIL sendiri merupakan suatu perusahaan yang berfokus pada bidang perhutanan. Bagi Grup APRIL, kebakaran merupakan ancaman terbesar bagi hutan tanaman mereka. Tanaman-tanaman yang mereka miliki merupakan aset utama bagi Grup APRIL. Selain merusak hutan, kebakaran juga mengurangi nilai dan produktivitas aset ini, serta menciptakan kabut asap. Di sisi lain, kebakaran liar juga dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti mengurangi nutrisi tanah, mempengaruhi kualitas air dan meningkatkan erosi tanah.

    PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) adalah sebuah produsen pulp dan kertas asli dari di Indonesia. Perusahaan yang dinaungi oleh Grup APRIL ini, didirikan pada tahun 1993 dan sudah diekspor ke lebih dari 70 Negara, baik di benua Asia, Eropa, dan Amerika. RAPP sendiri adalah salah satu perusahaan pulp and paper terbesar di Asia Pasifik. Selain itu, RAPP merupakan yang unit operasional Grup APRIL meluncurkan program Desa Bebas Api  atau Free Fire Village Program. Program tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

    Rudi Fajar selaku direktur utama PT RAPP mengatakan bahwa program tersebut dapat menekan kebakaran hutan dan lahan karena pasalnya tiap warga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan membakar hutan. Ia juga menambahkan program tersebut mampu menekan terjadinya kebakaran secara signifikan diawali dengan 4 desa lalu berkembang terus hingga ke 18 desa yang menjadi peserta program tersebut. Berikut 18 desa yang mengikuti Program Desa Bebas Api, yakni Kabupaten Pelalawan (Langgam, Penarikan dan Pangkalan Gondai), Siak (Dayun, Olak, Lubuk Jering), dan Kepulauan Meranti (Tanjung Padang, Tasik Putri Puyu, Mekar Delima, Dedap, Kudap, Lukit, Bumi Asri, Pelantai, Teluk Belitung, Mayang Sari, Bagan Melibur dan Mekar Sari).

    Dalam pencegahan kebakaran memerlukan komitmen dan kesadaran dari berbagai pihak. Semua pihak harus saling menjaga dan mengingatkan agar kebakaran hutan tak terus terulang. Pada tahun 2016, Program Desa Bebas Api melakukan 5 kegiatan, yaitu:penghargaan desa bebas api, pemimpin kru desa, bantuan pertanian berkelanjutan, pemantauan kualitas udara dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tahun ini, RAPP kembali melakukan hal yang sama, ditambah dengan sosialisasi ke 72 sekolah. Dengan adanya program desa bebas api dari APRIL Indonesia mampu menekan kebakaran pada 2017.