Perusahaan Sukanto Tanoto Berkontribusi Terhadap Pengadaan List

  • click to rate

     

    Sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia, Royal Golden Eagle Group sangat bergantung pada sumber daya alam berupa hutan. Layaknya jantung bagi tubuh, begitulah kira-kira peran hutan terhadap keberlangsungan RGE. Mengapa hutan sangat berarti bagi RGE Group? Sebab, dari hutanlah RGE mendapatkan bahan baku utama. Tanpa adanya hutan beserta sumber daya alam berupa tanaman khususnya pepohonan, maka tentu proses produksi RGE Indonesia akan menjadi terhambat yang berakibat pada terjadinya kerugian. Oleh karenanya, RGE Group mengelola hutan dengan serius menggunakan konsep berkelanjutan untuk menjamin kelestariannya. Hal ini juga sesuai dengan komitmen RGE untuk tak hanya mencari keuntungan bisnis semata namun juga memerhatikan dan menjaga kelestarian alam serta memprioritaskan kepentingan masyarakat.

    Demi memastikan proses produksi terus berlanjut, RGE Group memutuskan untuk mengelola 480.000 hektare hutan tanaman. Hutan seluas ini ditanami beberapa jenis pepohonan, mayoritas merupakan pohon akasia yang menjadi bahan baku utama produk PT Riau Andalan Pulp & Paper yang masih anak perusahaan dari RGE Indonesia. Pengelolaan hutan tanaman ini menggunakan konsep Sustainable Forest Management Policy (SFMP). Konsep ini mengharuskan mereka untuk menanam di luar kawasan nilai konservasi tinggi serta stok karbon tinggi, yang mana kedua hal ini telah dilakukan dengan baik oleh PT RAPP.

    Selain itu, RGE Group juga tak lupa untuk memastikan bahwa tidak ada deforestasi yang mereka lakukan demi menjaga pasokan bahan baku dari hutan. Mereka juga menyisakan area sebagai area konservasi sesuai SFMP. RGE bahkan menyisakan 27% dari batas standar 10% untuk konservasi, serta 23% dari batas standar 20% untuk lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

    Berkaitan dengan pengurangan jejak karbon, RGE Group terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi bahan baku dan juga energi di seluruh sektor serta memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Wujud nyata dari terobosan RGE Indonesia untuk menjaga alam sekaligus memanfaatkan energi terbarukan adalah pemanfaatan akasia menjadi listrik. RGE Group mampu berinovasi dengan mengubah limbah cair berupa lindi atau yang kerap dikenal sebagai black liquor, menjadi listrik. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan alat bernama recovery boiler terbesar di dunia yang dimiliki oleh RGE Group.

    Inovasi yang dilakukan oleh RGE ini sangat signifikan manfaatnya, terbukti dengan keberhasilannya menekan pemakaian dari listrik fosil hingga hanya tersisa sekitar 15 persen saja. Sisa listrik lainnya didapatkan dari listrik produksi sendiri yang tentunya ramah lingkungan serta terbarukan. Manfaat yang didapatkan tak hanya dirasakan oleh RGE Group sendiri tetapi juga masyarakat sekitarnya, sebab RGE mendistribusikan sisa sekitar 2 persen dari total listrik yang dihasilkannya untuk dimanfaatkan secara percuma oleh masyarakat sekitar.

     

    https://id-id.facebook.com/SukantoTanoto/

    http://ekonomi.kompas.com/read/2014/12/05/1556189/Tiga.Kunci.Sukses.Bisnis.Sukanto.Tanoto