Sakit Ketika Berhubungan Intim ? Berikut Tips Mengatasinya

  • click to rate

    Rasa sakit selama hubungan intim atau hilangnya (interda yang menyakitkan) telah terjadi karena beberapa masalah, termasuk masalah fisik Maslah dan masalah psikologis (kekhawatiran). Nyeri berulang di area genital atau di baskom yang biasa disebutkan dalam istilah medisnya, yaitu diffonounia.

    Penyakit ini menderita seorang wanita dapat menjadi pemicu bagi non-anggota. Kondisi nyeri ini dapat terjadi ketika akan, kapan atau berhubungan seks dengan pasangan. Rasa sakit merasa bisa akut atau sangat disertai dengan panas pada wanita, karena kesenjangan lebih sering menjadi korban perempuan. Selain rasa sakit terasa di vagina, itu juga terjadi pada lubang kemih, kandung kemih dan panggul. Tentu saja, kondisi ini sangat mengganggu untuk seks Anda dengan pasangan.

    Alasan kenapa anda mengalami dispareunia
    Pada setiap orang yang menderita ketika hubungan intim tentu saja berbeda. Oleh karena itu perlu untuk melakukan pemeriksaan langsung oleh dokter untuk tujuan mengetahui apa yang menyebabkannya.

    Menghilang disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

    1. Karena kurangnya penggunaan pelumas pada hubungan intim, pemanasan atau retribusi diperlukan.
    2. Memiliki kisah tentang iritasi atau cedera vagina.
    3. Peradangan pada vagina atau di saluran kemih.
    4. Menderita endometriosis, penyakit radang panggul, kista ovarium dan mioma.
    5. Keadaan otot-otot vagina dan otot-otot panggul tegang dan menyakitkan ketika dimasukkan oleh penis.
    6. Riwayat operasional seperti operasi di uterus, radioterapi (radioterapi) dan kemoterapi.

    Sementara itu, masalah psikologis atau masalah dapat menyebabkan tepat waktu, termasuk:

    1. Stres, sehingga otot-otot vagina dan baskom menegang.
    2. Ketakutan, malu atau bersalah terkait dengan seks.
    3. Tidak percaya diri dengan kondisi tubuh.
    4. Hubungan sehari-hari dengan pasangan.
    5. Trauma karena pelecehan seksual atau pemerkosaan.

    Tips mengatasi rasa sakit selama hubungan intim?
    Cara mengatasi pasien ketika hubungan intim menggunakan metode dalam bentuk obat, terapi dan operasi. Sebelum membuat metode perawatan, ia pertama kali berkonsultasi dengan dokter. Dokter kelamin terbaik anda akan menemukan apa yang menyebabkannya sehingga dapat disesuaikan dengan perawatan.

    Ada dua obat yang biasanya digunakan oleh dokter dari pengobatan ketidakseunia ini, yaitu:

    1. Antibiotik, misalnya obat cephalosporin atau kelompok penisilin.
    2. Antifamal, seperti obat flukonazole atau obat cetoconazole.

    Untuk dispareunia yang disebabkan oleh endometriosis pengobatan selain obat-obatan dan operasi, terapi juga dapat menjadi salah satu opsi, seperti:

    1. Terapi kognitif, pasien akan diarahkan untuk mengubah perilakunya dan pikiran negatifnya, karena ini dapat menyebabkan dispareunia.
    2. Terapi desensitisasi, untuk menghilangkan rasa sakit ketika relaksasi seksual dengan relaksasi vagina.
    3. Konseling seksual, untuk mengatur emosi negatif.

    Upaya yang dapat dilakukan sendiri diantaranya:

    1. Ubah posisi, mungkin saja dengan merubah posisi rasa sakit bisa reda, cari posisi seks yang membuat pasangan merasa lebih nyaman.
    2. Komunikasikan, bicarakan ketika ada posisi yang membuat kamu tidak nyaman atau bahkan merasakan sakit.
    3. Jangan terburu-buru, melakukan foreplay yang lama dapat membantu cairan lubrikasi yang alami jadi jangan langsung penetrasi sampai pasangan kamu benar-benar terangsang.
    4. Gunakan pelumas jika perlu, tetapi harus diperhatikan dalam memilih produk yang cocok dan nyaman.

    Baca juga : 8 Penyebab Luka Seperti Sariawan di Vagina